Peran orangtua dalam pendidikan anak sangatlah besar, dan ini mempengaruhi perkembangan di kehidupan masa selanjutnya, masa anak-anak, masa remaja dan masa dewasa. Ada beberapa hal yang menjadi pengamatan saya sebagian besar murid-murid yang dikatakan btuh "perhatian khusus" adalah mereka yang berasal dari lingkungan keluarga yang broken home, kuran harmonis dan peran-peran yang lain yang tidak maksimal diberikan oleh orangtuanya. Begitu pula cara pola asuh orangtua juga mempengaruhi perkembangan masa remaja,orang tua yang cuek-dan acuh. Adalah seorang Ih dia adalah salah satu murid kami, mengungkapkan ekspresi kekecewaan terhadap orangtuanya dengan cara bergaul dengan temanya, yang menurus pada pergaulan kurang baik karena memiliki hobinongkrong dijalan,merokok, bahkan minum-minuman keras, Namun Ih sangat berbeda ketika berada dirumah diaseperti anak yang manis dan penurut, tak pernah membantah apa yang dikatakan orang tuanya. Sikap yang berbeda ditunjukan pula ketika berada di sekolah, memang dia seakan hanyalah anak yang pendiam dikelas namun ada beberapa guru yang mengatakan diamnya itu pasif alias tidak mau mengerjakan tugas-tugas disekolah, setiap kali akan mengerjakan tugas dia selalu pamit ke Uks, bilang "capek...Pusing., dan sebagainya itu hanyalah alasan dia.
Minggu, 17 Juni 2012
Konflik seksual pada remaja
Hal yang menarik ini saya peroleh ketika melakukan tindakan referal kepada beberapa siswa asuh yang tidak perlu disebut namanya, dari kesemuanya memiliki masalah yang hampir sama konflik seksual, dalam hal ini sangat bervariasi yang tidak perlu disebutkan namun ada diantara mereka yang mengalami maslah merasa kurang jantan, ataupun maslah lain yang membuat mereka tidak percaya diri.
Menurut perkiraan saya hal ini dikarenakan pengetahuan dan pemahaman mereka mengenai seksual yang masih kurang di masa remaja, sehingga mereka justru memperoleh semua informasi dari temannya bahkan lebih fatal lagi dari akibat mereka sukan menonton hal hal yang berbau porno yang belum semstinya ditonton. Dari informasi yang kurang jelas terkadang malah menimbulkan kesan yang kurang baik dalam diri mereka, misalnya maaf mereka menonton film orang luar negeri yang vulgar lalu mereka membandingkan kondisi fisik pribadinya dengan orang luar, dan karena pemahamannya yang kurang mereka justru mempunyai kesan negatif terhadap dirinya.
Rabu, 06 Juni 2012
Kucing manis
Ini tentang seoarng anak yang cukup sering menjadi bahan perbincangan bapak ibu guru disekolah, suatu ketika anak tersebut berhari-hari tidak masuk sekolah, bahkan lebih dari satu minggu tidak masuk sekolah.
Dan ketika kami telah sampai dirumahnya, kulihat anak itu sedang membelah kayu disamping rumah,begitu melihat kami tiba dia seakan menyambut kami semua dengan sopan.
Dan akhirnya ketika kami sudah bicara panjang lebar dia mengatakan bahwa dia tidak masuk sekolah karena merasa kecil hati dan tidak percaya diri karena divonis tidak naik kelas
Rabu, 30 Mei 2012
La Tahzan
- Empat perkara yang mendatangkan kebahagiaan: buku yang bermanfaat, anak yang baik, istri yang disayangi,teman bergaul yang salih. Dan Allah memiliki ganti untuk semua itu.
- Keamanan adalah tempat datar yang paling lapang. Kesehatan adalah pelindung diri yang paling sempurna. Ilmu adalah makanan yang paling lezat. Cinta adalah obat yang paling mujarab. Dan lindungan Allah atas segala keburukan kita adalah pakaian yang paling baik.
- Tidak ada kehidupan bagi jiwa yang pemarah, Tidak ada ketenangan bagi pencari musuh. Tidak ada rasa aman bagi para pendosa. Tidak yang mencintai bagi pelaku kemaksiatan. Tidak ada pujian atas pembohong. Dan tidak ada kepercayaan terhadap perusak janji.
- Jadilah seperti burung yang rezekinya datang setiap pagi dan sore, tidak pernah dipusingkan oleh hari esok, tidak pernah percaya kepada siapapun, tidak pernah menyakiti siapapun, bayangannya ringan gerakannya lincah
- Sungguh beruntung enkau wahai burung . Engkau menukik ke dalam air sunagi, hinggap diatas pepohonan, mematuk buah-buahan apa saja, tanpa pernah membayangkan bahaya akan datang...
- Musibah yang menimpa kita adalah menunjukan bahwa kita tidak mampu menhadapi masalah hari ini,malhan menyibukkan diri dengan masa lalu, mengbaikan yang ada hari ini, dan antusias sekali mereka-reka hari esok.Jika demikian, lalu dimanakah akal dan kebijaksanaan kita.
Senin, 28 Mei 2012
Teman Sebaya
Teman sebaya mempunyai arti penting bagi remaja, bahkan kadang temn sebaya lebih penting daripada keluarga ataupun orangtuanya sendiri. Masa pencarian identitas bagi remaja akan dipermudah jika mereka saling meras dirinya tertampung oleh teman-temanya.
Karena waktu sehari-hari yang dimiliki remaja lebih banyak berad diluar maka dapat dipahami bahwa pengaruh teman-teman sebaya pada sikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku lebih besar daripada pengaruh keluarga.
Karena waktu sehari-hari yang dimiliki remaja lebih banyak berad diluar maka dapat dipahami bahwa pengaruh teman-teman sebaya pada sikap, pembicaraan, minat, penampilan dan perilaku lebih besar daripada pengaruh keluarga.
Selasa, 01 Mei 2012
hardiknas
setiap tanggal 2 mei diperingati sebagai hari pendidikan nasional, berkaitan dengan hardiknas ada satu sosok yang senantiasa ikut terlibat dalam pendidikan yaitu Guru....Keberadaan guru merupakan sebuah keadaan yang tidak mungkin digantikan oleh pribadi atau unsur apapun di dunia ini. Di jaman sekarang guru dituntut untuk menguasai kemajuan teknologi apalagi sekarang arus informasi begitu pesat bahkan seandainya guru tidak mampu mengikutinya tentusaja akan kalah olehsiswanya sendiri.
Harapan besar yang diletakkan pada pundak guru,baik oleh masyarakat negara ataupun lembaga lain, jika tidakdipahami secara realistis akan membuat guru justru mandul dan tidak berkembang. Harapan yang terlalu besar tehadap guru kadang membuat status guru tinggi sehingga ia tidak boleh salah, tidak boleh lelah dan sebagainya.
Sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara : Ing Ngarsa Sung Tulodho,Ing Madya Mangun Karsa,Tut Wuri Handayani
Harapan besar yang diletakkan pada pundak guru,baik oleh masyarakat negara ataupun lembaga lain, jika tidakdipahami secara realistis akan membuat guru justru mandul dan tidak berkembang. Harapan yang terlalu besar tehadap guru kadang membuat status guru tinggi sehingga ia tidak boleh salah, tidak boleh lelah dan sebagainya.
Sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara : Ing Ngarsa Sung Tulodho,Ing Madya Mangun Karsa,Tut Wuri Handayani
Jumat, 13 April 2012
Langganan:
Postingan (Atom)


















