Masa remaja masa identitas diri, namun terjadinya penyimpangan dalam menunjukkan identitas dirinya merupakan sebuah fenomena yang perlu dipahami bersama,bukan saja orangtua, institusi pendidikan, bahkan lingkup masyarakat. Adanya kecintaan berlebih terhadap sesuatu hal yang dianggap mewakili komunitas,peer groupnya.......... (ciri khas keanggotaan,bersambung,.....)
Jumat, 13 Oktober 2017
Selasa, 10 Oktober 2017
demi "Dia" aku rela......
Euforia dialami para remaja apalagi itu berkaitan dengan hobi yang digemari anak-anak remaja menjadikan sesuatu yang membuat mereka bahkan menjadi lupa akan tugas pokoknya sebagai pelajar pelajar,seolah itu adalah sebagai ekspresi rasa memiliki atas sebuah komunitas/club yang diyakini menjadikan dirinya menjadi semangat, memang ada sisi baiknya bisa jadi seorang remaja yang menyukai olahraga sportifitas itu,walau tidak bisa dipungkiri jaman sekarang yang serba konsumtif menjadikan sesuatu itu sebagai upaya pengerahan massa untuk membeli sebuah produk misalnya mercandise dan sebagainya.
Adanya kejadian ini mungkin bisa menjadikan pembelajaran bersama bagi orangtua, kegemaran anak itu menjadikan mereke nelad melakukan perbuatan yang melanggar aturan, seperti kejadian kemaren beberrapa anak yang rela tidak berangkat sekolah hanya untuk antrian membeli karcis, untuk bisa menonton kesebelasan yang mereka kagumi tersebut.Tentu saja ini tidak dapat dibenarkan, mengagumi boleh saja asal tetep ingat sekolah.
Situasi ini juga dialami oleh anak saya sendiri, kekaguman pada boyband ganteng putih asal negeri seberang juga seakan menjadikan sebuah hal yang istimewa, tiap hari tak pernah lewat mendengarkan lagu-lagu yang dari album mereka,seolah bagaikan menu wajib selain makan 3 kali sehari, untung saja tiket menonton konser mereka jelas tidak terjangkau oleh emaknnya, coba terjangkau....wahh
Adanya kejadian ini mungkin bisa menjadikan pembelajaran bersama bagi orangtua, kegemaran anak itu menjadikan mereke nelad melakukan perbuatan yang melanggar aturan, seperti kejadian kemaren beberrapa anak yang rela tidak berangkat sekolah hanya untuk antrian membeli karcis, untuk bisa menonton kesebelasan yang mereka kagumi tersebut.Tentu saja ini tidak dapat dibenarkan, mengagumi boleh saja asal tetep ingat sekolah.
Situasi ini juga dialami oleh anak saya sendiri, kekaguman pada boyband ganteng putih asal negeri seberang juga seakan menjadikan sebuah hal yang istimewa, tiap hari tak pernah lewat mendengarkan lagu-lagu yang dari album mereka,seolah bagaikan menu wajib selain makan 3 kali sehari, untung saja tiket menonton konser mereka jelas tidak terjangkau oleh emaknnya, coba terjangkau....wahh
Jumat, 06 Oktober 2017
Dunia Remaja
Dunia remaja yang penuh warna, banyak hal yang ada dibenak mereka,tentang keingintahuan tentang berbagai hal, termasuk salah satunya tentang sex. Semntara arus informasi jaman sekarang yang berbeda dari jaman dulu. Akses informasi yang begitu mudah didapat dengan adanya internet,kemudahan berselancar di dunia maya, termasuk dalam mencari pengetahuan tentang sexualitas. Peristiwa hari ini bisa menjadi pembelajaran bersama, dampingi dan arahkan mereka untuk mengerti tentang hal sexualitas ini dengan cara yang benar.
Dari gejala yang nampak dari anak yang sering mengeluh pusing, motivasi mengikuti pelajaran yang menurun akhirnya didapatkan informasi yang membuat kita lantas berfikir, orangtua perlu benar-benar mengetahui keseharian anak, bahkan sedetail mungkin.Orangtua perlu tahu apa yang dibuka anaknya,jangan sampai peristiwa pagi ini terbongka, si anak hobi buka youtube "make love....
Dari gejala yang nampak dari anak yang sering mengeluh pusing, motivasi mengikuti pelajaran yang menurun akhirnya didapatkan informasi yang membuat kita lantas berfikir, orangtua perlu benar-benar mengetahui keseharian anak, bahkan sedetail mungkin.Orangtua perlu tahu apa yang dibuka anaknya,jangan sampai peristiwa pagi ini terbongka, si anak hobi buka youtube "make love....
Minggu, 24 September 2017
Sabuk Biru
Bagaimana kamu bisa belajar setelah kamu tak lagi bertemu,dengan gurumu. Belajar itu penting bertemu, berinteraksi secara langsung karena dengan demikian dirimu bisa terarah bisa memenejemen diri dengan baik...
Kata-kata itu kukatakan dengan pelan sambil melihat roman mata pada mereka2, wajah-wajah yang dianggap sebagian besar menjengkelkan dan terasa bengal. Bahkan terasa sulit mengatas mereka, membuat mereka jujur saja memerlukan extra tenaga, jujur tanpa tekanan apalagi kekerasan, itulah nilai yang kutanamkan. Anak tidak mengakui kesalahan,jurtru dengan, anak tidak mau terpojokkan, anak tidak mau merasa dihakim
dst.........................
Kata-kata itu kukatakan dengan pelan sambil melihat roman mata pada mereka2, wajah-wajah yang dianggap sebagian besar menjengkelkan dan terasa bengal. Bahkan terasa sulit mengatas mereka, membuat mereka jujur saja memerlukan extra tenaga, jujur tanpa tekanan apalagi kekerasan, itulah nilai yang kutanamkan. Anak tidak mengakui kesalahan,jurtru dengan, anak tidak mau terpojokkan, anak tidak mau merasa dihakim
dst.........................
Rabu, 02 Agustus 2017
Gelombang cinta
Hari ini ada status yang sangat kusuka tentang gelombang besar cinta itu hanya 3-4 bulan dan lewat dari itu biasa2 aja, ka arena kalau bertingkah aneh-aneh, silahkan tanggung resikonya, cinta itu persis semak belukar, dicabut satu tumbuh sepuluh. Dibakar habis malah melebar kemana-mana tunas barunya tumbuh, ketika malah genit berlebihan seperti Romeo dan Juliet maka bersiaplah terjebak dalam siklus perasaan bertahun-tahun..Semua orang berhak atas cinta yang mengesankan tapi pastikan kita memiliki pemahaman yang baik agar kisah cinta itu terjaga dengan baik.......
Begitulah..berjuta rasanya, hanya teringat senyumannya saja seakan bahagia, apalagi bisa bersanding duduk bersamanya, serasa bahagia dan seakan dunia milik berdua, semua yang dikatakan serasa indah terdengar ditelinga..
Begitulah..berjuta rasanya, hanya teringat senyumannya saja seakan bahagia, apalagi bisa bersanding duduk bersamanya, serasa bahagia dan seakan dunia milik berdua, semua yang dikatakan serasa indah terdengar ditelinga..
Senin, 06 Maret 2017
Pilih Kasih
Seorang ibu yang begitu antusias berbicara didepanku , bercerita dengan panjang lebar tentang keluarganya yang harmonis, hubungan kekeluargaan yang terjalin hingga anak-anak bekerja dan berkeluarga, namun mereka masih ingat orangtua dengan tindakan yang baik, menjenguk, bahkan berbagi dengan orangtua dengan memberikan transportasi supaya orangtua bisa nyaman dimasa tuanya....Apa resep darinya ternyata pada do'a yang dia panjatkan supaya kelak anak-anaknya , menjadi orang yang sholeh dan berjodoh dengan orang yang sholeh pula..
Namun tidak ada kebahagiaan yang sempurna, tiba-tiba dia meneteskan air mata, dengan anaknya yang bungsu, menurut dia akhir-akhir ini sulit dinasihati,apabila dinasihati anak hanya melengos dan masuk kamar,mengunci pintu, satu lagi pintu ditutup dengan suara yang agak keras...
Beberapa tahun sebelumnya bahkan saya pernah menjumpai cerita yang akhirnya anak sendiri yang menjadi korban, ketika anak merasa tidak diperlakukan sebagaimana yang diinginkan pada saudarannya,sedang orangtua menganggapa anak memang tidak patuh seperti saudaranya, ada perbedaan yang dalam pengasuhan, ketidak sejalan antara ayah dan ibu, dan akhirnya anak menjadi memilih teman sepermainan,anak sudah lepas bahkan pada akhirnya anak sendiri mengalami DO (drop out), pada fase inilah terkadang kita menjaadi perihatin menghadapi situasi ini.
Cerita ibu itu juga membuatku jadi teringat dengan jagoanku, guru si kakak mengatakan bahwa dia sering lupa dengan tugas pelajaran yang harus dilakukan, selain itu juga bilang jika kakak kadang suka lalai dengan pelajaran dikelas,walaupun tentusaja dalam peningkatan akademik sudah lumayan meningkat pelan. lain lagi cerita si adik bu guru dengan tersenyum menyatakan pujiannya, untuk ukuran TK adik sudah mandiri, dan sangat dipuji guru adik memilki kejujuran yang bagus, cuman sayangnya kadang adik jika sudah bersama teman akrabnya bisa ikut2an tidak fokus. Adik rajin, dan cepat sekali menghafalkan tahfid, padahal mautan pelajaran kakak dan adik jelas berbeda, adik sebelumnya berada pada full day,sedang kakak tidak. Dalam hal ini saja ada perbedaan yang besar antara kakak dan adik.
Sebagai orangtua,terkadang kita lupa ada kecenderungan kita akan menyukai seorang anak yang satu dibanding anak yang lain? Anak yang penurut, patuh pada orangtua terkadang menimbulkan rasa sayang tersendiri, namun tentusaja hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, bisa jadi ini merupakan perwujudan protes dari si kakak,
Beberapa akibat dari orangtua yang pilih kasih antara lain:
Apabila orang tua merasa bahwa salah satu anaknya lebih ‘wow’ atau lebih
dapat dibanggakan, entah itu anak lebih pintar, lebih cantik / tampan,
atau kelebihan lainnya.
Dimana, biasanya anak yang memiliki banyak kelebihan akan lebih dimanja, akhirnya orang tua pilih kasih terhadap anaknya.
Jika orang tua sudah pilih kasih terhadap anaknya, mengakibatkan anak yang tidak merasa disayang cenderung memiliki kebiasaaan buruk, atau hal lainnya yang dapat membahayakan keselamatan anak dan juga keluarga itu sendiri
Anak yang lebih pintar “beresiko” terlalu dimanjakan oleh orang tuanya. Sebenarnya memanjakan anak secukupnya tidak terlalu masalah, apalagi jika sangat anak lebih pintar dan memiliki banyak prestasi...
...akan tetapi yang menjadi masalah jika rasa kecenderungan sayang pada salah satu anak saja tersebut sudah melewati batas...
Mungkin saja kata-kata seperti itu bisa menjadi bentuk motivasi, akan tetapi bisa juga justru menghancurkan sehancur-hancurnya semangat anak.
Untuk itu, hendaknya orang tua mencari cara yang ‘baik’ dalam memotivasi anak, bukannya justru menghancurkan semangat anak...
...selain itu juga berdampak negatif berupa menanamkan rasa dengki dan kebencian di dalam diri anak pada saudaranya sendiri.
Dimana, biasanya anak yang memiliki banyak kelebihan akan lebih dimanja, akhirnya orang tua pilih kasih terhadap anaknya.
Jika orang tua sudah pilih kasih terhadap anaknya, mengakibatkan anak yang tidak merasa disayang cenderung memiliki kebiasaaan buruk, atau hal lainnya yang dapat membahayakan keselamatan anak dan juga keluarga itu sendiri
Anak yang lebih pintar “beresiko” terlalu dimanjakan oleh orang tuanya. Sebenarnya memanjakan anak secukupnya tidak terlalu masalah, apalagi jika sangat anak lebih pintar dan memiliki banyak prestasi...
...akan tetapi yang menjadi masalah jika rasa kecenderungan sayang pada salah satu anak saja tersebut sudah melewati batas...
...contohnya orang tua bersikap kurang baik pada anak yang tidak
berprestasi di sekolah, berupa anak yang tidak memiliki prestasi ini
diejek terus, terus terusan dibilang: “kamu itu makannya belajar yang
rajin, lihat tuh saudara kamu bisa pergi kesana-kesini karena
prestasinya. Makannya jadi orang itu yang pintar jangan bodoh”.
Mungkin saja kata-kata seperti itu bisa menjadi bentuk motivasi, akan tetapi bisa juga justru menghancurkan sehancur-hancurnya semangat anak.
Untuk itu, hendaknya orang tua mencari cara yang ‘baik’ dalam memotivasi anak, bukannya justru menghancurkan semangat anak...
...selain itu juga berdampak negatif berupa menanamkan rasa dengki dan kebencian di dalam diri anak pada saudaranya sendiri.
Minggu, 05 Maret 2017
Anakku tersayang..
Surat itu tergeletak dimeja, nampaknya sudah dlipat-lipat beberapa kali, terlihat dari kusutnya kertas, aku tahu Rani sangat ketakutan dan bagiku ini juga bukan masalah sepele. Rasa geram kuredam kuat kuat jangan sampai tangan ini melayang ke pipinya yang mulus, tapi aku apa aku bisa tahan dengan semua ini. Jengkel, marah, campur aduk jadi satu semua, terbayang saat kemaren dia meminta Hp merk terbaru merk s*ms**ng... Aku sebagai orangtua sudah sering menuruti kemauannya?? Namun apakah justru itu salah, dia yang ksisi lain aku memang menuruti kemauannya itu, mungkin sebagai penebus rasa bersalahku aku terlampau sibuk dengan pekerjaanku. Pagi2 buta aku sudah berangkat kerja dan hampir sore aku baru pulang belum lagi jika dimalam hari lembur mengerjakan tugas....( curhatan dari seorang ibu,didepanku dan airmata tak lagi bisa dibendung,meleleh dari sudut matanya ).
Itulah hal yang terjadi pada diri anak gadis kita,anak gadis yang menjelang remaja, pada masa ini harusnya ada hal-hal yang harus kita pahami adanya perubahan yang terjadi pada mereka dalam kehidupan sosialnya.Diantara perkembangan kehudupan sosial itu diantaranya:
1.Teman dekat
1.Teman dekat
Remaja biasanya memiliki dua atau tiga orang teman dekat, atau
sahabat karib. Mereka adalah sesama seks yang mempunyai minat dan kemampuan
yang sama. Teman dekat saling mempengaruhi walaukadang-kadang juga bertengkar.
· 2. Kelompok kecil
Kelompok ini biasanya terdiri dari kelompok teman dekat.
Pada mulanya tediri dari seks yang sama
tetapi kemudian meliputi kedua jenis seks.
· 3. Kelompok besar
Kelompok yang terdiri dari kelompok kecil dan kelompok teman
dekat, berkembang dengan meningkatnya minat akan pesta dan kencan, karena
kelompok ini besar maka penyesuaian minat berkurang diantara anggota sehingga
membuat jarank yang besar di antara mereka.
· 4.Kelompok yang terorganisasi
Kelompok pemuda yang dibina oleh orang dewasa dibentuk oleh
sekolah atau organisasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial para remaja
yang tidak mempunyai klik atau kelompok besar.
· Kelompok geng
Remaja yang tidak termasuk dalam klik atau kelompok besar dan
merasa tidak puas dengan kelompok terorganisasi mungkin mengikuti kelompok
geng. Anggota geng biasanya sejenis dan minat mereka pada penolakan teman-teman
melalu perilaku antisocial. Kondisi yang menyebabkan remaja diterima atau
ditolak.
Sindroma Penerimaan sistem
Alienasi
· Kesan
pertama yang menyenangkan sebagai akibat dari penampilan yang menarik
perhatian,sikap yang tenang dan gembira.
· Penampilan
dir yagn sesuai dengan penampilan teman sebaya
· Perilalku
sosial yang ditandai dengan panjang akal, kerjasama, tanggungjawan, kesenangan
bersama orang lain, bijaksana dan sopan.
· Matang
terutama dalam pengendalian emosi serta kemauan untuk mengikuti
peraturan-peraturan.
· Sifat
kepribadian yang menimbulkan penyesuaan sosial yang baik seperti jujur, setia,
tidak mementingkan sendiri atau ekstaversi.
· Status
ekonomi yang sama atau sedikit di atas anggota-anggota lain dalam kelompok dan
hubungan baik dengan anggota-anggota keluarga.
· Tempat
tinggal yang dekat dengan kelompok sehingga memudahkan berpartisipasi dalam
kelompok.
· Kesan
pertama yang kurang baik karena penampilan diri yang kurang menarik atau sikap
menjauhkan diri atau mementingkan diri sendiri.
· Terkenal
tidak sportif
· Penampilan
yang tidak sesuai dengan standar kelompok dalam hal daya tarik fisik atau
kerapian.
· Perilaku
sosial yang ditandai dengan perilaku menonjolkan diri, menganggu dan menggertak
orang lain, senang memerintah, kurang bijaksana.
· Kurangnya
kematangan terutama kelihatan dalam hal pengendalian emosi, ketenangan,
kepercayaan diri, dan kebijaksanaan.
· Sifat
kepribadian yang mengganggu orang lain seperti mementingkan diri sendiri, keras
kepala, gelisah, dan mudah marah.
· Status
sosioekonomis berada di bawah kelompok dan hubungan dengan anggota keluarga yang
buruk.
· Tempat
tinggal yang terpencil dari kelompok atau ketidak mampuan berpartisipasi dalam
kegiatan kelompok.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi sikap remaja terhadap pendidikan
· Sikap
teman sebaya : berorientasi sekolah atau berorientasi kerja.
· Sikap
orang tua: menganggap pendidikan sebagai batu loncatan ke arah mobilitas sosial
atau hanya sebagai suatu kewajiban karena diharuskan oleh hukum.
· Nilai-nilai
yang menunjukkan keberhasilan atau kegagalan akademik.
· Relevansi
atau nilai praktis dari berbagai mata pelajaran.
· Sikap
terhadap guru-guru, pegawai tata usaha dan kebijaksanaan akademis dan disiplin.
· Keberhasilan
dalam berbagai kegiatan ekstra kurikuler.
· Derajat
dukungan sosial di antara teman-teman sekelas.
Minat seks dan perilaku seks
Tugas perkembangan
remaja salah satunya adalah pembentukan
hubungan baru dengan lawan jenis yang lebih matang dan remaja harus mampu
memainkan peran yang tepat dengan seksnya. Karena meningkatnya minat pada seks,
remaja selalu berusaha mencari lebih banyak informasi tentang seks. Oleh karena
itu, remaja mencari informasi dri buku, majalah, teman-teman atau mengadakan
percobaan dengan jalan masturbasi, bercumbu, atau bersenggama. Perempuan sangat
ingin tahu tentang keluarga berencana, pil anti hamil, pengguguran dan
kehamilan. Di lain pihak laki-laki ingin mengetahui penyakit kelamin,
kenikmatan seks, hubungan seks dan keluarga berencana. Minat utama mereka
tertuju pada masalah hubungan seks, konteksnya dan akibatnya.
Sikap sosial yang baru
terhadap seks, mudahnya memperoleh alat kontrasepsi dan legalisasi pengguguran
di banyak negara telah membawa banyak perubahan radikal dalam perilaku sosial
selama masa remaja dan dalam sikap terhadap seks dan perilaku seks.
Alasan-alasan
yang umum untuk berkencan selama masa remaja
M Hiburan
Apabila berkencan dimaksudkan untuk hiburan, remaja menginginkan
agar pasangannya mempunyai pelbagai ketrampilan sosial yang dianggap penting
oleh kelompok sebaya, yaitu sikap baik hati dan menyenangkan. Remaja laki-laki
diharapkan memiliki mobil atau dapat mengemudikan mobil dan memiliki uang.
M Sosialisasi
Kalau anggota kelompok sebaya membagi diri dalam
pasangan kencan ,maka laki-laki dan perempuan harus berkencan apabilamasih ingin menjadi bagian dari kelompok dan mengikuti berbagai
kegiatan sosial kelompok.
M Status
Berkencan
bagi laki-laki dan perempuan terutama dalam bentuk pasangan tetap memberikan
status dalam kelompok sebaya. Semakin popular pasangan kencan semakin tinggi
status ekonomi keluarga pasangan kencan dalam masyarakat maka akan lebih
menguntungkan bagi remaja.
Langganan:
Postingan (Atom)






















