Liburan kali ini benar-benar menyenangkan,hampir satu bulan bisa temani anak berada dirumah.Mengingatkanku dimasa lalu sebagai ibu rumah tangga sehati.Dari urusan masak nyuci baju,beres rumah kukerjakan sendiri,maklumlah anak2 memang masih kecil dan perlu diberi latihan pelan.Disamping itu asisten rumah juga libur cukup lama,krn kesibukan merawat anaknya yang habis khitan yang kemudian juga anak kami sendiri atas permintaan dia,biarlah karena itu sudah menjadi keinginannya.
Selesai sholat Ied,kami tak langsung ke rumah namun pergi ke makam orangtua kami yang telah tiada,menengok ke makam tidak ada salahnya,karena disana kami juga bertemu dengan beberapa tetangga,jadi tidak terlalu sepi lengang,sempat rasa sedih melanda tatkala kita tak lagi bisa merasakan sungkem dengan orangtua,hanya mampu mendoakan dalam setiap hari,semoga mereka selalu dalam rengkuhan Allah disyurga.
Seperti liburan lebaran tahun sebelumnya,kami bersilaturahmi ke tempat saudara suami dan juga saudaraku semua terbagi,bahkan karena kesibukan suamiku yang diberi jatah libur sebentar semua tidak sempat didatangi.Hari pertama dan kedua adalah untuk berhalal bihalal di lingkungan kerabat dekat,tetangga satu kampung ,kakek nenek,bahkan tak jarang kami pulang sampai malam tiba.
Lebaran hal yang paling membuat bahagia anak2 mereka dengan penuh suka cita menerima angpao berupa amplop lebaran/kartu lebaran didalamnya ad uang ,😀begitupula anak2 ku yang berjumlah empat orang.Mbak nabila uangnya dah dipegang sendiri,begitupula dengan mas fafa,sebagian sudah ditabung,berbeda dengan mas luthfi yang masih duduk di kelas 1 uang dititipkan dan disuruh menggitung ibunya,apalagi si kecil afnan yang hanya tau uang sebagaimana mainan,begitulah hal yang merdeka peroleh.
Tidak ada untung maupun rugi atas pemberian itu,karena kita bergantian kami sebelumnya juga telah berbagi dengan beberapa tetangga saudara yang layak menerima shodaqoh dari kami,kami mempersiapkan uang2 baru dr bank untuk persiapkan moment lebaran..Jadi semua adalah saling timbal balik
Kamis, 21 Juni 2018
Minggu, 10 Juni 2018
Kekuatan Doa
Doa..memberi energi positif dalam kehidupan,memberikan efek positif bagi diri,bagai utrisi jiwa
Hari minggu bersama ayah
Siapa ayah bagimu?ayah adalah orang yang memberi warna dalam kehidupan kita.
Rabu, 31 Januari 2018
Dia bukan Dilan.....
Ketika Jiwa menggema,
Menangkap asa dalam jiwa
Melukiskan indah dalam titian nada
Kau datang
Dalam lelahnya hari
Diamnya waktu
Yang tak menentu
Bukan sebuah janji
Bukan pula sebuah kepastian
Bukan sebuah mimpi
Bukan pula sebuah khalayan
Kau
Dan sekeping hari yang mulai senja
Beriring menemani langkahku
Bagaimana rasanya jatuh cinta itu?apakah bagai bunga-bunga yang
harum semerbak dipagi hari, segar dan mewangi?? Apakah bagaikan indahnya embun
didaun yang dipucuk2daun menghijau.
Seperti itulah hadirmu dalam hari-hari indahmu, indah....sangat.
Ketika kau datang membawa pembaharuan dalam hidupku.Entah mulai darimana
awalnya, mungkin saat itu senja itu yang tidak dinyana-nyana ketika diskusi
menyenangkan, dan akhirnya kegenitanmu yang cukup nakal, dan mengungkapkan
kejujuranmu bahwa aku “bening”,banyak godaan, dari teman WA,teman grup, teman sekolah ,teman masa lalu...ah... (bersambung )
selalu begitu.... Minggu, 29 Oktober 2017
AKU PUN INGIN SEPERTI DIA.....
Pada sebuah foto, termenung memandang anak ini,ada apakah dengan dia??? Tidak banyak hal yang bisa terlihat sementara ini , kecuali gerak geriknya yang lamban,bersuara pelan, seperti kurang percaya diri hal ini terbukti dengan beberapa gejala, diantaranya tidak mau bersuara keras, hingga pelajaran tertentu tidak bisa dikuasai.
Berbagai praduga sementara masih perlu digali lebih mendalam lagi,ada apakah dengan dia,kenapa tidak seperti gadis-gadis seusianya,terlihat ceria riang gembira,
tapi tidak dengan dia.....
apakah pernah trauma,adakah kejadian traumatis yang telah ,menimpanya???( bersambung)
Berbagai praduga sementara masih perlu digali lebih mendalam lagi,ada apakah dengan dia,kenapa tidak seperti gadis-gadis seusianya,terlihat ceria riang gembira,
tapi tidak dengan dia.....
apakah pernah trauma,adakah kejadian traumatis yang telah ,menimpanya???( bersambung)
Jumat, 13 Oktober 2017
I LOve....I Care..
Masa remaja masa identitas diri, namun terjadinya penyimpangan dalam menunjukkan identitas dirinya merupakan sebuah fenomena yang perlu dipahami bersama,bukan saja orangtua, institusi pendidikan, bahkan lingkup masyarakat. Adanya kecintaan berlebih terhadap sesuatu hal yang dianggap mewakili komunitas,peer groupnya.......... (ciri khas keanggotaan,bersambung,.....)
Selasa, 10 Oktober 2017
demi "Dia" aku rela......
Euforia dialami para remaja apalagi itu berkaitan dengan hobi yang digemari anak-anak remaja menjadikan sesuatu yang membuat mereka bahkan menjadi lupa akan tugas pokoknya sebagai pelajar pelajar,seolah itu adalah sebagai ekspresi rasa memiliki atas sebuah komunitas/club yang diyakini menjadikan dirinya menjadi semangat, memang ada sisi baiknya bisa jadi seorang remaja yang menyukai olahraga sportifitas itu,walau tidak bisa dipungkiri jaman sekarang yang serba konsumtif menjadikan sesuatu itu sebagai upaya pengerahan massa untuk membeli sebuah produk misalnya mercandise dan sebagainya.
Adanya kejadian ini mungkin bisa menjadikan pembelajaran bersama bagi orangtua, kegemaran anak itu menjadikan mereke nelad melakukan perbuatan yang melanggar aturan, seperti kejadian kemaren beberrapa anak yang rela tidak berangkat sekolah hanya untuk antrian membeli karcis, untuk bisa menonton kesebelasan yang mereka kagumi tersebut.Tentu saja ini tidak dapat dibenarkan, mengagumi boleh saja asal tetep ingat sekolah.
Situasi ini juga dialami oleh anak saya sendiri, kekaguman pada boyband ganteng putih asal negeri seberang juga seakan menjadikan sebuah hal yang istimewa, tiap hari tak pernah lewat mendengarkan lagu-lagu yang dari album mereka,seolah bagaikan menu wajib selain makan 3 kali sehari, untung saja tiket menonton konser mereka jelas tidak terjangkau oleh emaknnya, coba terjangkau....wahh
Adanya kejadian ini mungkin bisa menjadikan pembelajaran bersama bagi orangtua, kegemaran anak itu menjadikan mereke nelad melakukan perbuatan yang melanggar aturan, seperti kejadian kemaren beberrapa anak yang rela tidak berangkat sekolah hanya untuk antrian membeli karcis, untuk bisa menonton kesebelasan yang mereka kagumi tersebut.Tentu saja ini tidak dapat dibenarkan, mengagumi boleh saja asal tetep ingat sekolah.
Situasi ini juga dialami oleh anak saya sendiri, kekaguman pada boyband ganteng putih asal negeri seberang juga seakan menjadikan sebuah hal yang istimewa, tiap hari tak pernah lewat mendengarkan lagu-lagu yang dari album mereka,seolah bagaikan menu wajib selain makan 3 kali sehari, untung saja tiket menonton konser mereka jelas tidak terjangkau oleh emaknnya, coba terjangkau....wahh
Langganan:
Postingan (Atom)





















