Rita tiaswari

Perempuan, 25 tahun

Yogyakarta, Indonesia

Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat.
| ::

Navbar3

Cari Blog Ini

Senin, 25 Maret 2013

Sahabat juga pacarku........

Teman dan persahabatan merupakan hal yang sangat berarti, teman adalah tempat kita berbagi,menyampaikan keluh kesah,tempat berlindung disaat kita merasakan tekanan hidup..."siapakah sahabat itu? sebuah jiwa yang berdiam di dua badan kata Aristoteles.
Sebagaimana orang dewasa remaja juga sangat membutuhkan keberadaan teman-teman sebaya, bahkan pada pengaruh teman sebaya ini lebih besar daripada pengaruh  orangtua. nasihat orangtua  boleh jadi mereka tolak hanya masuk telinga kanan dan telinga kiri, tetapi saran dari teman malah sangat sulit ditolak. Namun yang menjadi masalah adalah pengaruh teman-teman ini kadang kurang baik, mereka pergi bareng teman-temannya ke tempat wisata, nongkrong bareng, beramai-ramai tentusaja bareng-bareng temanya yang salah satunya adalah pacarnya. Sahabat juga pacarku....
Orangtua ikut memberi kontribusi terhadap persoalan ini karena kebanyakan dari mereka telah gagal dalam berperan sebagai "teman". Ali bin Abu Thalib telah berpesan pada orangtua bagaimana seharusnya mensikapi anak-anak mereka sejalan dengan tahap pertumbuhan yang dialami anak-anak tersebut. Beliau menganjurkan agar kita "bermain" dengan mereka usia 0- 7tahun, kemudianusia 7-14 tahun hendaknya "dididik adab" dan antara 14-21 tahun hendaknya dijadikan "kawan".
Ketika anak remaja gagal mendapatkan informasi seputar masalah ini dari orangtua mereka mereka biasanya lari kepada teman-temanya yang bersifat egaliter dan terbuka dalam membicarakan persoalan apapun, salah satu contohnya tentang sex yang mereka dapat dari sumber-sumber yang kurang bertanggung jawab.
Dariteman-teman sebaya, pengaruh ini begitu kuat karena adanya "peer pressure (tekanan teman-teman sebaya), dan peer culture menjadikan mereka sulit menolak nilai=nilai maupun kebiasaan yang berlaku ditengah kawan sepermainan mereka, contoh mereka menolak merokok maka mereka akan dikucilkan oleh teman-temannya, apabila mereka memilih tidak pacaran sementara kelompoknya pacaran maka mereka akan jadi terasing dalam pergaulan
Perkembangan zaman sekarang ini budaya teman sebaya secara umum cenderung menerima nilai yang negatif sebagai bentuk perlawanan terhadap orang-orang dewasa yang telah gagal dalam mendidik mereka. memang pengaruh dunia hiburan moderna menjadi sangat efektif dalam menghantarkan budaya permisif"serba boleh"di kalangan remaja... 
 
 

Minggu, 24 Maret 2013

Optimis...

Menjadi sebuah PR besar akan dibawa kemanakah? bertahun tahun memiliki prestasi yang dibawah standar? siapakah  yang disalahkan? kualitas input-proses-input. Itulah yang terjadi, ada banyak hal yang didapatkan ketika mengikuti berbagai kegiatan berupa seminar maupun workhsop. jangan salahkan input.Memang alasan yang cukup logis diterima, namun tatakala itu sampai pada tataran realita dilapangan sungguh itu merupakan PR besar yang ada didepan mata. Bagaimana mengolah input yang katakanlah pas-pasan kemudian bisa menghasilkan output yang luarbiasa, exelent !
Semua butuh proses, kita tak bisa menyulap sesuatu menjadi hasil yang memuaskan dalam waktu sekejab, apalagi menyangkut siswa disekolah. Mulai menata diri pelan-pelan dengan berbagai perubahan maupun kebijakan baru yang bisa  diterapkan. seperti inilah yang terjadi, dan ini baru awalnya....
Adanya kebijakan baru yang muncul tentusaja menimbulkan pro dan kontra pada sebuah sistem yang telah berlangsung lama, sistem lama yang dirasakan manfaatnya merasa aman, dan ternyata itu semua sudah tak lagi sesuai dengan perkembangan, namun perkara ini tidaklah semudah membalikkan telapak tangan diperlukan kekompakan bersama untuk menghasilkan sesuatu perubahan kearah lebih baik.
Keberadaan sebuah pemimpin sebagai top managerial juga diperlukan sosok pemimpin yang memiliki ketetgasan dan arah yang jelas mau dibawa arah mana, itu diibaratkan sopir yang akan melajukan kendaraan. lalu bagaiman dengan posisi yang lain, semuanya penting karena kekompakan itu akan menghasilkan suara yang sama, dengan kekompakan pula akan memunculkan kekuatan baru.

h,..

Senin, 04 Maret 2013

kenangan.....

Apa yang sudah berubah pada diri anak-anak jaman sekarang?tentusaja banyak sekali.berbeda dengan jaman dahulu, 20 tahun lebih yang lalu. masih kuingat jam 06.30 jalan raya yang kulalui banyak anak berbondong-bondong pergi keekolah. mereka bergerombol menjadi 3 atau 4 rombongan, dan setiap rombongan itu kebanyakan terdiri dari 5-8 sepeda ontel yang dikayuh oleh anak-anak, biasanya dalam satu gerombol itu anak-anak perempuan semua atau kadang anak-laki laki semua. Meskipun ada juga yang bercampur. Nampak sekali kerukunan diantara mereka dengan bersendau guru berbarengan bersama, dengan wajah penuh semangat, seperti juga aku, belum lagi seandainya dalam iringan itu kujumpai salah seorang penyemangat hehe.katakanlah demikian,meski usia smp namun melihat teman lain jenis yang 'bersih" seakan membuat belajar lebih semangat euy..Dan itu berarti cinta, sepertinya tidak lah demikian cinta monyet kali ya..atau lebih tepatnya idola hati.
Pemandangan seperti itu jaman sekarang inis udah jarang terjadi kalaupun ada gerombolan nampaknya lebih sedikiot, dan yang kujumpai dijalan adalah anak-anak seusia Smp yang mendahuluiku menggunakan sepeda motor. Rupanay sepeda ontel jaman dulu sudah berganti sepeda motor, kadang juga diantar oleh orangtuanya menggunakan sepeda motor, rata-rata semua keluarga jaman sekarang passtilah sudah memeiliki sepeda motor, bahkan tak jarang masing-masing anak sudah dijatah satu.
 
 

Senin, 18 Februari 2013

impian sekolah masa depan.......

Catatan ini berdasarkan pengamatan semata, terkadang kubayangkan betapa bagusnya setiap pagi anak-anak segera masuk ke sekolah dengan berjajar rapi, menuju gerbang disana beberapa Bapak/Ibu guru sudah menyambut dengan uluran tangan. Anak-anak berjajar rapi dan memberi salam jabat tangan dan sebagian anak perempuan bersalaman dengan mencium tangan ibu guru yang menyambut mereka dipintu gerbang.

Memang seperti itulah yang terjadi setiap pagi, adalah pemandangan yang terasa menyejukkan dihati. Begitu bel berbunyi tanda masuk jam pertama anak-anak sudah berada didalam kelas, dan terdengar alunan ayat-ayat Al-Quran dari ruang ruang perkelas paralel untuk 10 menit kedepan, anak0anak dengan penuh khidmat mendengarkan alunan. Namun apa yang terjadi terkadang tidaklah demikian, beberapa anak-anak terutama lelaki lebih suka berada diluar kelas, dari jauh memandang ke semua penjuru, bahlan tidak jarang ada beberapa yang berjalan kesana-kemari, menunggu tatkala dari jauh namapak Bapak/Ibu guru datang, nah....barulah mereka masuk kekelas. Itu masih lebih baik, ada lagi sebagian kelasyang justru dengan santainya masuk kekelas tanpa merasa sungkan dan bersalah dengan kehadiran Bapak/Ibu dikelas, dengan alasan klasik yang semoga saja benar, mereka antri ke kamar WC.

Waktu berlalu jam pertama anak-anak biasanya masih kondusif mengikuti pelajaran dikelas, kecuali pagi-pagi ada jam kosong itu bikin runyam. namun tatakala memasuki jam ketiga, bahkan heran anak-anak sudah tak lagi bisa seperti ketika jam pertama tadi, memang tidak semuanya namun ada beberapa kelas dimana setiapkali ganti pelajaran, anak-anak seolah mengikuti guru yang jamnya habis, mereka ikut-ikutan keluar dengan beragam alasan, ke kamar WC. Apakah benar begitu? tentusaja tidak bahkan tak jarang mereka diam-diam menyelinap ke kantin untuk jajan. lalu begitu kelaparankah mereka itu? ataukah disaat jam baru  menunukkan 08.30 perut mereka sudah keroncongan minta diisi.


Waktu berlalau, sudah menjadi rutinitas sehari-hari dan juga dalam rangka membina keimanan  dan ketaqwaan siswa setelah jam keempat melaksanakan sholat berjamaah dhuha, karena tempat belum memenuhi terpaksa mereka terbagi menjadi dua, satua anak dimasjid milik masyarakat terdeat satu tempat berada di mushola lingkungan sekolah. Apakah yang terjadi? memang sebagian anak-anak harus senantiasa diajak oleh bapak /ibu guru yang berkeliling setiap kelas  supaya mereka bersegera berada dimasjid, bila tidak demikian anak-anak akan santai berjalan menuju tempat sholat, dan bukan hanya itu saja tak jarang ada beberapa anak yang memanfaatkan moment tersebut dengan diam-diam nongkrong diluar sekolah, lebih parah lagi diam-diam ada yang "merokok"............. Kejadian yang tidak selalu namun terkadang harus ada. Inikah kesimpulan bahwa pembinaan ketaqwaan siswa dalam menjalankan ibadah belum sampai pada taraf penyadaran diri? ada beberapa siswa yang tidak menyadari tentang hal ini, bahklan memanfaatkan situasi tersebut dengan melakukan kegiatan yang tidak seharusnya dilakukan anak sekolah , nongkrong+merokok.

Beberapa waktu lalu pemandangan hal biasa apabila yang ketahuan nongkrong itu adalah anak-anak yang memang setiap harinya menunjukkan anak yang sekolah dengan asal-asalan, asal masuk sekolah, asal ikut pelajaran. Mereka tidak benar-benar terlibat aktif dalam pembelajaran dikelas yang, tak jarang pada anak-anak tersebut tak satupun dijumpai buku tulisan dibuku catatan. 
Yang lebih mencennagkan lagi dan mengelus dada adalah beberarapa waktu lalu menjumpai siswa  yang merokok notabene itu adalah anak-anak "pendiam". Ternyata luar biasa.........rokok sudah membuat remaja jatuh cinta bahkan katefor anak usia remaja dini.

Bagaikan candu rokok telah membuat mereka ketagihan, sehingga sehari tanpa merokokpun serasa hambar. Ada salah satu pengakuan yang dilakukan seorang anak sebut saja G, dengan terang-terangan dia mengatakan bahwa dirumah dia bebas merokok, orangtua dlam hal ini ayahnya tidak melarang merokok bahkan pernah merokok bareng ......Entah sulit dimengerti situasi ini, mungkinkah orangtua bermaksud memberi kebebasan merokok tapi dirumah? sedangkan diluar ruimah tidaj. namun apakah yang terjadi akankah anak juga patuh pada larangan orangtua? mereka sudah diperbolehkan merokok dirumah tapi diluar tidak boleh?? Anak jaman sekaramg tidak selamanya nisa dipercaya, terlebih anak-anak  dalam kelompok/komunitas tertentu justru pengaruhnya lebih kuat daripada orang tua itu sendiri.

Pemandangan disiang hari masih masih dijumpai beberapa anak sambil berjalan pulang, bersepeda, berjalan kaki, dengan tangan terselip rokok???Bahaya merokok sama sekali tak pernah mereka takutkan , dengan santainya tetap menikmatinya??
Begitulah potret sebagian, ada satu hal yang menarik bagi sebagian anak-anak remaja, ketiaka Hp sudah menjadi barang wajib yang harus dibawa, bahkan Hp itu bukanlah sebagai alat komunikasi dengan orangtua tapi justru dengan sang pacar. Seringkali ketika HP anak ditangan kami banyak dijumpai Hp penuh   dengan sms -sms mesra yang bahkan  dalam sehari saja kalimat-kalimat mesra itu bisa puluhan, melebihi sepasang pengantinn baru saja. Kalimat-kalimat mesra yang diumbar "sayang....cintaku....bojoku...lop you..." dan sebagainya, rasa-rasanya apa yang mereka dapat itu berasal dari berbagai infotainment, yang setiap hari mereka lahap kemudian menirunya. Ataukah kadar pacaran mereka sudah demikian mendalam, sehingga merasa satu sama lain seolah saling memiliki? Entahlah..............Terasa aneh sekali, ketika situasi ini diterapkan pada puluhan tahun yang lalu, berbeda sekali dahulu...katakanlah anak sedang naksir mereka tampak malu-malu dalam mengeksperikan diri, namun sekarang dengan terang2an mengekspersikan perasaan.

Handphone lagi-lagi menjadi candu,terlebih zaman sekarang berbagai fasilitas Handphone bisa mengakses segala iniformasi, tipe android, Blacberry yang tersambung dengan internet. Seperti kejadian lalu , sangat membuat hati trenyuh sekaligus berang, didalam kelas dalam sebuah pelajaran anak bukanya asyik menyimak pembelajaran dikelas, namun dengan diam-diam tertunduk dia sedang memutar sebuah video porno... Masya Allah trus  apa yang ada diotaknya??? mana mungkin pelajaran itu dapat direspon dengan baik. Bagaimana dengan anak itu, ketika mengetahui anak dengan wajah yang bisa saja, pendiam seolah tidak percaya bahwa anak itu juga bisa seperti itu. Mana mungkin dia bisa konsentrasi  kalau dlam memori otaknya yang terlintas adalah tontonan itu..
Dengan berbagai catatan diatas, mungkinkah impian sekolah masa depan bisa terwujud????

Kamis, 14 Februari 2013

Student Motivation Training......................................Dahsyat !!

Jumaat, hari ini tanggal 15 februari 2013 merupakan sebuah moment yang lumayan menyenangkan bagi siswa sekalian dalam waktu 08:30-11:00 semua siswa kelas  3 menerima pelajaran tidak sepertibiasanya didalam kelas. Mereka dengan antusias mereka mengikuti "student motivation training" yang dikemas dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun kemaren. nara sumber yang berbeda, cara penyampaian yang berbeda itu adalah sesuatu hal yang baru.
Terlebih bagi siswa cara penyampaian materi yang lumayan menarik, baik dalam cara penyampaian maupun metode penguasaan siswa, lumayan sebagian besar siswa nampak antusias dengan acara ini. memang terasa berbeda dalam penyampaiannya yang cukup bagus, hal ini terbukti dengan keadaan anak yang ikut terlibat aktif menerimanya. Tidak menyangka anak-anak laki-laki itu yang kesehariannya setiap kali belajar dikelas dalam kondisi yang kurang antusias, hari  ini tampak tertarik dan responsif. Mereka terkadang  tertawa dengan penjelasan dari nara sumber.nara sumber kali ini berasal dari dosen STIMIK AMIKOM, meski background

Senin, 03 Desember 2012

drop out lagi........................!!!

Sebenarnya hal yang sangat miris sekali tatkala, melihat mereka tak lagi mau sekolah..trus mau jadi apa dimasa datang? begitulah yang terjadi dengan anak-anak itu, bukan hanya satu bahkan 3 orang dalam satu kurun waktu yang ada berbagai latar belakang dan permasalaha diantara mereka antara lain:
  • pertama mereka, merasa bahwa  mencari ilmu agama itu lebih penting daripada ilmu didunia, hal ini dilatar belakangi karena si anak yang tinggal di pondok dan merasa bahwa bersekolah dan tinggal dipondok itu merupakan beban baginya sehingga dia tidak kuat apabila keduanya harus berjalan bersamaan dalam satu waktu, baginya belajar ilmu agama itu lebih penting dibanding ilmu dipondok. Maka dengan ketetapan keputusannya dia justru lebih memilih tinggal dipondok.
  • Si anak manja, mengapa demikian? ini suatu hal yang benar katakanlah demikian, anak yang mogok,ngambek sekolah hanya karena keinginannya yang tidak dituruti oleh kedua orang tuanya, di masa kecil mungkin si anak selalu dituruti apa yang dimauinya, ketika dia ingin mobil2an orangtua sanggip menuruti, anak tak pernah belajar bagaimana rasanya menunda keinginannya tersebut, yang dia mau harus ada saat itu juga.
  • Anak yang terlalu merasa dirinya bodoh, tidak apa-apa. Ada sebuah hal yang terjadi, ketika dia merasa dirinya begitu bodoh tidak lagi bisa mengerjakan semua tugas di sekolah, sebenarnya tidak semuanya demikian, ada hal belum sempat  terungkapkan disana, ketika dia merasa dirinya tidak mampu, dan ketik sisi masalah itu belum terungkap akhirnya pada satu sisi keputusan ketika sudah mengundurkan diri.
Berbagai problem yang ada di masa anak usia sekolah, problema anak sekarang bisa saja berbeda dengan problematika anak zaman dahulu. Zaman telah berubah, keadaan hari ini tak lagi sama dengan keadaan kemaren. Pada masa lalu, orangtua punya lebih banyak yang bisa mereka luangkan dengan anak-anak mereka. Tapi sangat berbeda dengan kondisi sekarang, banyak anak ditinggalkan oleh orang tua dari pagi hingga larut malam, bahkan tidk jarang berhari-hari si ayah baru pulang. Anak-anak telah kehilangan waktu bercengkerama dengan orangtua, dan benar saja sebgai gantinya anak-anak dan remaja modern lebih sering ditemani oleh teman sebayanya, televisi, dan berbagai benda elektronik yang lannya.
Beberapa orangtua bahkan ada yang telah menjadikan anak-anak sebagai korban pelampiasan emosi mereka,akibatnya  anak-anak bukan saja tidak terdidik dengan baik, tp mungkin juga menderita problem memtal yang fatal. Anak-anak kemudian tumbuh secara tidak normal, dan pada saat memasuki usia remaja mereka mungkin melakukan banyak hal yang sangat negatif.
Dua sisi pendekatan orangtua yang berpotensi mengganggu kepribadian sebagai anak:
1. pendekatan yang negatif  terhadap anak, mulai kategori yang paling ringan dan paling buruk
2. pendekatan yang terlalu  positif, yang membuat anak justru merasa lalai dan sulit untuk mandiri.
Pada banyak kasus yang seringbterjadia adalah kurangnya interaksi antara orangtua dan anak, karena kesibikan mereka diluar rumah, memang tujuan mereka baik untuk menjamin ekonomi rumah tangga, walaupin tanpa sadar juga  menghancurkan keharmonisan rumah tangga. Anak-anak jadi terasing oleh orangtua mereka sendiri, padahal mereka membutuhkan orang dewasa sebagai pendamping,   jika sudah demikiananak-anak menjadi kesepian (loneliness), kesepian .